tugas agama

 makna ihsan : ihsan memiliki arti bahwa kita selalu merasa diawasi oleh Allah sehingga kita takut untuk berbuat keburukan atau larangan-Nya.

iman : keyakinan

islam : kedudukan allah

implikasi tuhan : 

Kesadaran tentang Tuhan dapat memiliki implikasi yang mendalam dalam kehidupan seseorang. Implikasi-implikasi ini bisa sangat bervariasi tergantung pada keyakinan dan pandangan pribadi individu. Beberapa implikasi utama mencakup:

  1. Panduan Moral: Kesadaran tentang Tuhan sering menjadi dasar bagi nilai-nilai moral seseorang. Keyakinan tentang apa yang dianggap benar dan salah seringkali dipengaruhi oleh agama dan kepercayaan kepada Tuhan. Ini dapat membentuk perilaku etis dan keputusan moral dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Arti Hidup: Kesadaran tentang Tuhan seringkali memberikan makna dan tujuan dalam kehidupan seseorang. Keyakinan bahwa ada rencana ilahi atau tujuan yang lebih besar bisa memberikan kedamaian dan motivasi dalam menghadapi tantangan hidup.
  3. Kebahagiaan dan Kesejahteraan: Bagi beberapa orang, kesadaran tentang Tuhan dapat memberikan perasaan kebahagiaan, ketenangan, dan kesejahteraan. Keyakinan ini bisa menjadi sumber dukungan emosional dalam mengatasi stres dan kesulitan.
  4. Keterhubungan Sosial: Agama sering menjadi sarana untuk membangun komunitas dan hubungan sosial yang kuat. Kesadaran tentang Tuhan dapat mempersatukan orang dalam sebuah komunitas berdasarkan keyakinan bersama, dan ini bisa memengaruhi jaringan sosial seseorang.
  5. Ketakutan dan Kecemasan: Di sisi lain, bagi sebagian orang, kesadaran tentang Tuhan juga dapat memunculkan ketakutan atau kecemasan terkait dengan konsep dosa, karma, atau hukuman ilahi. Ini dapat memengaruhi tingkat stres dan kecemasan dalam kehidupan mereka.
  6. Penentu Keputusan: Kesadaran tentang Tuhan sering memengaruhi keputusan besar dalam kehidupan, seperti pernikahan, karier, dan pendidikan. Beberapa orang mengandalkan doa atau petunjuk ilahi dalam mengambil keputusan-keputusan tersebut.

Penting untuk diingat bahwa implikasi kesadaran tentang Tuhan sangat individual dan bervariasi antara individu. Setiap orang memiliki pandangan dan keyakinan yang berbeda, dan ini memengaruhi bagaimana mereka merasakan dan mengartikan peran Tuhan dalam kehidupan mereka

1. Tafsir lughawi menjelaskan kitab suci alqur'an melalui interpretasi semiotic dan semantic yang meliputi etimologis, morfologis, leksikal, gramatikal dan retorikal. Tafsir lughawi ini merupakan salah satu corak yang dilakukan oleh mufassir untuk menjelaskan ayat-ayat alqur'an.

2. Corak Tafsir Fiqhi (Hukum)

Tafsir fiqhi merupakan corak tafsir yang kecenderungannya menjelaskan hukum-hukum fikih dalam ayat-ayat Alquran baik secara tersurat maupun tersirat. Tafsir fiqhi lebih populer disebut tafsir ayat al-ahkam karena lebih berorientasi pada ayat-ayat hukum dalam Alquran. Dari sinilah kemudian muncul para Imam Mazhab seperti Imam Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali.

3. Corak Tafsir ‘Ilmi (Ilmiah)

Tafsir ‘ilmi adalah penafsiran Alquran yang menggunakan pendekatan ilmiah atau menggali kandungan Alquran berdasarkan teori-teori ilmu pengetahuan. Tafsir ini berusaha keras untuk melahirkan berbagai cabang ilmu yang berbeda dan melibatkan pemikiran-pemikiran filsafat. Alasan yang melatari penafsiran ini ialah karena seruan Alquran pada dasarnya seruan ilmiah, yang banyak mengajak umat manusia untuk berpikir seperti afala ta’qilun, afala tatafakkarun, dan lain-lain.

4. Corak Tafsir Falsafi

Secara definisi, tafsir falsafi ialah upaya penafsiran Alquran dikaitkan dengan persoalan-persoalan filsafat, atau bisa diartikan juga penafsiran dengan menggunakan teori-teori filsafat. Sedangkan menurut al-Dzahabi, tafsir falsafi adalah menafsirkan ayat-ayat Alquran berdasarkan pemikirann atau pandangan falsafi seperti tafsir bi al-ra’yi. Dalam hal ini ayat Alquran lebih berfungsi sebagai justifikasi pemikiran yang ditulis, bukan pemikiran yang menjustifikasi ayat Alquran.

5. Corak Tafsir Akhlaqi

Tafsir Akhlaqi merupakan penafsiran yang lebih berorientasi pada ayat-ayat tentang akhlak dan menggunakan pendekatan ilmu akhlak.

6. Corak Tafsir I’tiqadi (Teologis)

Tafsir teologis merupakan salah satu bentuk penafsiran Alquran yang tidak hanya ditulis oleh simpatisan kelompok teologis tertentu, tetapi lebih jauh ia merupakan tafsir yang dimanfaatkan untuk membela sudut pandang sebuah aliran teologis. Tafsir model ini lebih banyak membicarakan dan memperbincangkan tema-tema teologis daripada mengedepankan pesan pokok Alquran.

7. corak tafsir sufi

Tafsir sufi dibagi menjadi dua, yaitu tafsir sufi nadzari dan ishari. Tafsir sufi nadzari adalah tafsir sufi yang berlandaskan pada teori-teori dan ilmu-ilmu filsafat. Sedangkan tafsir ishari lebih kepada penafsiran ayat-ayat Alquran secara tersirat atau isyarat tersembunyi yang nampak pada pelaku ritual sufistik dan bisa jadi penafsiran mereka sesuai dengan makna lahir sebagaimana yang dimaksud dalam tiap-tiap ayat tersebut.

8. corak tasawuf

Ciri corak tasawuf seperti menekankan kesempurnaan dan kesucian jiwa yang diformulasikan pada pengaturan sikap mental dan pendisiplinan tingkah laku, hal itu jelas merupakan substansi dari tasawuf yang ditawarkan HAMKA dalam mengarungi kehidupan ini.

Komentar